Template by:
Free Blog Templates

Kamis, 05 Februari 2009

BaTu BeSaR HiDuP Ini

Suatu hari seorang guru sufi yang arif sedang memberi kuliah pada para muridnya. Dengan penuh semangat ia berdiri di depan murid-muridnya. Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Diisinya ember itu dengan batu sebesar kepalan tangan. Diisinya terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember. Lalu ia bertanya kepada murid-muridnya, “Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?”
Semua murid serentak berkata, “Ya!” Sang guru bertanya lagi, “Sungguhkah demikian?” Kemudian, ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu. Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada murid-muridnya. “Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?”
Kali ini murid terdiam. Seseorang menjawab, “Mungkin tidak.” “Bagus, kalian sudah mulai mengerti,” sahut sang Guru. Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil sampai penuh.
Sekali lagi, ia bertanya pada murid-muridnya, “Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?” “Belum!” sahut murid-muridnya serentak. Sekali lagi ia berkata, “Bagus, kini kalian telah mengerti,” Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember. Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya, “Tahukah kalian apa maksud ilustrasi ini?”
Seorang murid dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, “Maksudnya adalah, tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya.”
“Oh, bukan!” sahut si Guru, “Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari ilustrasi ini mengajarkan pada kita bahwa: Bila Anda tidak memasukkan “batu besar” terlebih dulu, maka Anda tidak akan pernah bisa memasukkan semuanya.”
Nah, apa yang dimaksud dengan “batu besar” alias yang utama dan penting dalam setiap detik dan momen yang kita hadapi atau bahkan dalam rentang umur yang terbatas seperti terbatasnya ruang dalam ember. Ingatlah untuk selalu mengutamakan “batu besar” atau Anda akan kehilangan kesempatan bila Anda terlebih dulu mengisinya dengan hal-hal kecil hingga waktu Anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan, dan ini mestinya tak terjadi?

0 komentar: