Template by:
Free Blog Templates

Kamis, 05 Februari 2009

BeRkAt TaHaN MaKsIAt

Seorang saleh berkisah: Ketika aku sedang thawaf di Ka’bah tiba-tiba terdengar suara wanita, “Ya Karim, Ya Karim Ahdakal Qadim (Wahai Zat Yang Maha Pemurah, Wahai Zat Yang Maha Pemurah, aku mengharap janji-Mu yang dulu….)”
“Apakah janji antara kamu dan Tuhan?” tanyaku.
Wanita itu menjawab, “Dulu aku naik perahu bersama banyak pedagang. Tiba-tiba di tengah laut datang angin menerpa perahu sehingga tenggelamlah seluruh isi perahu itu. Tak ada yang selamat kecuali aku dan bayiku ini, terapung di atas batang kayu di tengah laut, dan ada juga seorang hitam yang terapung di atas kayu. Pada pagi hari ketika si hitam itu melihatku, tiba-tiba dia berusaha keras untuk mendekatkan kayunya kepadaku. Ketika ia telah bersamaku di atas kayu, tiba-tiba ia mengajakku berzina. Aku katakan padanya, “Hai hamba Allah, apakah Anda tidak takut kepada Allah, sedangkn kita ini berada di tengah-tengah musibah yang tidak bisa mengharapkan keselamatan dengan taat, apalagi dengan maksiat?”
“Ah jangan ngomong begitu! Tidak bisa tidak kita harus melakukannya!” tekannya
Karena anakku sedang tidur di pangkuanku, maka aku cubit dia biar bangun, lalu aku berkata kepada si hitam, “Biarkan aku menidurkan anakku ini terlebih dulu, nanti terserah maumu.” tiba-tiba ia menarik anakku dan melemparkannya ke dalam laut, maka aku segera menengadah ke langit dan berdoa, “Ya Allah Tuhan yang dapat memisahkan seseorang dengan isi hatinya, pisahkan aku dengan si hitam ini, dengan kekuasaan dan kekuatan-Mu! Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu!”
Demi Allah belum selesai doa itu keluar dari mulutku, tiba-tiba ada binatang laut yang muncul dan langsung membuka mulutnya, terus menelan si hitam itu dibawa ke dalam air. Dan Allah telah menyelamatkan aku dengan rahmat dan karunia-Nya. Sungguh Dia Maha Kuasa atas segala yang dikehendaki-Nya.
Kemudian aku dibawa gelombang sampai ke sebuah pulau, dan di sana aku memakan apa saja yang aku dapat dari pohon dan minum dari air tawar. Kemudian setelah 5 hari, aku melihat sebuah perahu. Lalu dari atas bukit aku melambai-lambaikan sepotong kain. Ketika mereka melihat lambaianku, mereka segera mendekatkan perahunya.
Lalu keluar dari perahu itu tiga orang yang akan menjemputku. Ketika aku sudah di atas perahu, tiba-tiba aku melihat anakku ini di atas tangan salah seorang penumpang. Karena tak dapat menahan diri aku segera mengambil anakku lalu kudekap dan kuciumi sambil berkata, “Inilah anakku dan belahan hatiku!”
Orang-orang yang ada di dalam perahu itu heran dalam berkata, ”Apakah kamu gila?” Demi Allah aku tidak gila. Lalu kuceritakan kisahnya dari awal hingga akhir, lalu mereka berkata, “Hai Nyonya, karena Anda telah memberitakan kepada kami hal-hal ajaib, kami pun akan menyampaikan kabar serupa kepadamu. Ketika kami menjalankan perahu dengan angin yang baik, tiba-tiba kami dihadang oleh binatang laut yang besar, sedang anak ini berada di atas pugngung binatang itu. Lalu ada suara, “Jika kamu tidak mengambil anak ini, dia akan binasa!” Maka salah seorang dari kami turun untuk mengambil anak ini, dan begitu telah kami ambil, binatang itu menyelam ke dalam air, dan kami sungguh merasa takjub atas kejadian ini, juga atas beritamu. Karena itu sejak kini kami berjanji kepada Allah tidak akan berbuat dosa dan maksiat, dan hari ini kami bertaubat. “Maka bertaubatlah semua pelaut yang ada dalam perahu itu.
Ada riwayat bahwa doa yang dibaca oleh wanita itu adalah, “Ya Lathif Ya Karim Biluthfikal Qadim fa inna qalbi alal ahdi muqim.”

0 komentar: