Template by:
Free Blog Templates

Jumat, 16 Januari 2009


CINTA TETAP TUMBUH

Kepada gadis Palestin itu kuserahkan bunga

Ia tak bertanya, dari mana gerangan kuperolah kuntum lili itu

Ia terlalu tenggelam dalam perasaan yang megah

Seolah dunia memandangnya dengan mata berbinar

Sejenak terlupa, angin tetap mengirim debu

Pada antero derita yang ditanggungnya

Pipinya merah dadu

Sebuah paras yang luput dari lukisan perang

Bibirnya terbasuh kesumba

Oleh gemetar kata-kata yang hendak diucapkannya

Kepada gadis Palestin itu kuserahkan mahkota

Yang terbuat dari kertas surat kabar, terlampau sederhana

Lalu ia janjikan sebuah pasmina

Yang pernah berbulan-bulan menutupi rambutnya

Seolah aku, dalam tiupan angin kering ini, telah mencium

aroma wangi lehernya yang melekat di ujung rajutannya

Matanya mengandung cahaya

Tentu itu api harapan yang sengaja dinyalakan

Sebelum aku pulang, istirah dari kemelut

Seraya merasa bersalah telah meninggalkannya

Dalam marabahaya

Tapi cinta tetap tumbuh

Seperti lumut yang mendekap batu

Ah, tidak!

Seperti butir pasir yang selalu kembali ke

hamparan gurun

0 komentar: